Pages

Sabtu, 25 April 2015

Di Balik Jendela


Februari yang basah. Mendung mengulum rindu pada ritme gerimis. Mengubah rintik yang berlarian yang berlarian menyibakan tanah beromakan hujan. Pun angin yang mulai menepuk pipi yang merona oleh sengatan dingin. Lalu aku melihatmu pergi di bawah naungan langit yang menghitam dengan setangkai bunga yang mulai pasi meninggalkan taman yang mengembang.
Februari yang basah. Aku harus puas dengan kaca yang mengembun. Tak mapu menjamah hujan yang mulai memenuhi cakrawala. Aku tahu, hujan tak mengenal nama pemilik jendela.






Pemalang, 21 Februari 2015

0 komentar:

Posting Komentar