Aku bersandar saja pada angin. Pun melukis pada daun jendela yang mulai rapuh. Dan bercerita pada hujan. Jika kau lupa akan kita yang bergandengan tangan silam. Bersenda dalam naungan langit yang membiru. Aku rindu kalian. Walau kita berada dalam lingkar yang berbeda sekarang. Aku harap kita tetap hebat. Dalam untaian do'a yang berseloroh dalam sujud.
Kau dengar ritme sajak itu? . Ah iya. Aku lupa. Kalian teramakan arus yang menghujam sejak itu. Berpusah. Tertelan gejolak jiwa yang menggebu. Berpikir "Akulah cahaya". Ah.. bangunlah kawan. Kita sama bergambar abu dimatanya. Akupun demikian. Hanya segumpal debu yang pasi.
Aku rasa. Kuingin gantungkan ceritaku pada daun-daun yang mengering sekarang. Aku tidak ingin jatuh dalam labirin tak berujung. Meski begitu.. Aku menyayangimu kawan
. Walau terkadang ada api di arena permainan kita. Namun ada embun yang selalu meneduhkan kita.
Pemalang, 12 April 2014


0 komentar:
Posting Komentar