Pages

Jumat, 22 Mei 2015

Serambi Asma

Pernahkah kau dengar?
Derit pintu tersenyum meyapu kesedihan. 
Terlukiskan  kenangan kebersamaan dalam pekatnya ilalang yang mengaum di belakang beranda Asma. 
Terjulur tawa mengaburkan luka yang terpatri di palung yang menghujam.
MElambaikan duri-duri menusuk curam kesedihan.

Kita mengukir senyuman dengan nyanyian sendu yang meluruh bersama hujan sore tadi.
Membiaskan dentang kabut sepi dalam riangnya rantai persudaraan.
Di serambi Asma, terulas simpul bibir yang terluka. Menari ceria bersama awan yang memudar. Memeluk senang dalam kehangatan yang tercipta. Dalam senyap yang mengahampiri suka yang menggemakan cinta.


0 komentar:

Posting Komentar